Psikologi Sosial (Atribusi dan Equity)

1. Equity Theory Pengertian Adams (1963) mengungkapkan bahwa teori equity membahas mengenai kepuasan kedua belah pihak terhadap kesamaan yang diperoleh dalam hubungan yang dibangun. Orang-orang merasa sangat senang dalam sebuah hubungan ketika apa yang diberikannya sama dengan apa yang diterimanya. Jika seseorang menerima terlalu sedikit dalam hubungannya, lalu mereka tidak hanya merasa tidak senang dengan … Continue reading

MENGURANGI PERILAKU YANG TIDAK DIINGINKAN MELALUI “EXTINCTION”

Prinsip extinction menyatakan bahwa: Jikan dalam situasi yang dikondisikan, seseorang memunculkan respon yang sebelumnya diperkuat dan kemudian respon untuk selanjutnya tidak diikuti dengan konsekunsi yang memperkuat respon, maka. Orang tersebut akan mengurangi kemunkinan mengulangi respon yang sama lagi ketika dia menemukan situasi yang sama. Lain halnya, jika sebuah respon telah meningkat sebelumnya melalui penguatan positif, … Continue reading

inti jurnal Psikologi Kesehatan

Menemukan bahwa mahasiswa dengan program diet lebih kurang yang mengalami obesitas jika dibandingkan dengan mahasiswi yang tidak melakukan program diet. Mahasiswa dengan program diet lebih menaruh perhatian berlebih terhadap bentuk tubuh yang ideal, BMI,dan pola makan. Hamper seluruhnya mereka beranggapan bahwa mereka seharusnya bias mendapatkan bentuk tubuh ideal. Bentuk tubuh ideal menurut mereka merupakan kunci sukses dalam kehidupan social walaupun sebenarnya berat badan mereka standar BMI. Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan nutrisi terhadap perilaku makan dan BMI. Akan tetapi mahasiswi dengan poladiet lebih kurang mengkonsumsi makanan yang tidak menyehatkan dibandingankan dengan yang lain. Subjek 568 mahasiswi universitas di Turki. 240 diet dan 368 non-diet.

Personality,Emotional Intelligence dan Exercise
DOI: 10.1177/1359105307082458
J Health Psychol 2007; 12; 937
Donald H. Saklofske, Elizabeth J. Austin, Betty A. Rohr and Jac J.W. Andrews
RISK OF ABNORMAL EATING ATTITUDES AMONG TURKISH DIETETIC STUDENTS
Gül Kiziltan; Efsun Karabudak
Adolescence; Fall 2008; 43, 171; ProQuest Psychology Journals
pg. 681

Hormati Cara Orang Lain Membentuk Dunianya

Kita hidup, kita berinteraksi, dan kita memiliki pengalaman. apa yang membedakan antara orang yang satu dan yang lain?. Banyak hal yang membedakan baik dari ciri fisik yang tampak maupun karakteristik pribadi yang dimiliki.
Mungkin anda pernah menghadapi seseorang atau bahkan ada orang yang dekat dengan anda. anda beradu argumentasi saling mengajukan fakta mencari kebenaran. semua itu anda lakukan untuk menemukan pemecahan masalah. Lalu pernahkah anda berpikir. Mengapa orang ini tidak berpikir seperti yang saya pikirkan.
Sesuatu yang menurut anda merupakan hal yang begitu menyenangkan, sesuatu yang benar, belum tentu menurut orang lain itu merupakan hal yang menarik atau mereka anggap benar untuk dilakukan mengapa bisa. sementara mereka adalah sama, sama-sama manusia seperti saya.
disinilah letak pengalaman yang terbentuk pada diri orang yang berbeda-beda. kita tidak mungkin memaksakan apa yang kita pahami untuk dapat begitu saja langsung diterima oleh orang lain dengan mengedepankan ego kita. Kita memiliki pengalaman yang berbeda terhadap berbagai hal. itulah yang membuat kita berbeda dalam menetapkan suatu keputusan. Pengalaman itulah nantinya yang akan membentuk dunia orang masing-masing.
perbedaan dalam pengalaman maka berbeda dalam membentuk dunia. tidak ada orang di dunia ini yang memiliki struktur pengalaman yang betul-betul sama meskipun mereka adalah kembar identik yang tinggal dalam satu atap. Tetap saja mereka berbeda dalam pengalaman dan berbeda dalam membentuk dunianya.
Hal yang terbaik adalah kita menghargai bagaimana seseorang membentuk dunianya.

CYBERTHERAPY DENGAN PENDEKATAN COGNITIVE IMAGERY DAN PSYCHOACOUSTIC

PENDAHULUAN TEKNOLOGI DAN DAMPAKNYA Perkembangan teknologi merupakan arus yang tidak dapat dibendung di era yang selalu menuntut keefisienan waktu seperti sekarang. Berbagai bentuk pengaplikasian teknologi digunakan dan telah membaur dalam aktivitas manusia. Tuntutan untuk dapat menyelesaikan berbagai tugas dengan menggunakan waktu efisien mungkin dan dengan tenaga seefektif mungkin dibantu oleh peran serta kehadiran teknologi. Teknologi … Continue reading

Psikologi Kesehatan (Nutrisi dan Gaya Hidup)

SEBUAH PENGANTAR
Sharidan dan Radmacher (1992) mengemukakan bahwa gaya hidup adalah merupakan faktor yang sangat signifikan yang dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan. Gaya hidup mencakup perilaku seseorang termasuk dalam membuat keputusan mengenai berbagai pola makan, nutris yang dikonsumsi, diet, bahkan hingga keputusan dalam berolahraga sebagai bentuk penanggulangan pada keadaan fisik yang sudah mulai menurun.
Perilaku seseorang yang merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong terciptanya gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat yang terhindar dari berbagai bentuk penyakit. Keputusan untuk mengkonsumsi berbagai macam makanan hingga pada pola waktu memberikan makanan bagi tubuh seluruhnya merupakan manifestasi dari gaya hidup. Gaya hidup yang semakin cepat dan serba instan memberikan gaya konsumsi terhadap makanan yang instan pula hingga memilih makanan yang instan tanpa memikirkan dampaknya terhadap kesehatan.
Penelitian di Amerika serikat menunjukkan bahwa 80% dari penyakit karena gaya hidup yang tidak mendukung menyebabkan kematian (Sharidan dan Radmacher, 1992). Merupakan hal penting untuk dapat menjaga gaya hidup yang mendukung terciptanya pola hidup sehat. Perlu adanya tindakan-tindakan preventif dalam bentuk promosi di masyarakat. Komunitas yang belum mengalami gangguan yang serius terhadap pola hidup yang keliru dapat diberikan promosi tindakan penanggulangan namun yang sudah terlanjur mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan gaya hidup perlu diberikan tindakan intervensi.
Pada tahun 1985 Hefferman dan Albee dalam Sharidan dan Radmacher (1992) mengemukakan tiga bentuk prevensi yang berhubungan dengan penjagaan gaya hidup yang mendukung bagi terbentuknya kesehatan yang lebih baik, ketiga hal tersebut adalah:

1. Primary Prevention
Mengurangi resiko terhadap penyakit untuk seluruh populasi. Sepertihalnya program sekolah yang mensosialisasikan dampak rokok terhadap kesehatan bagi remaja.
2. Secondary Prevention
Melibatkan penurunan faktor-faktor resiko bagi komunitas yang telah tergolong beresiko terhadap penyakit tertentu. Misalnya, mempromosikan program-program penurunan berat badan di Amerika. Pola makan dan nutrisi di negara tersebut tidak sesuai dengan gaya hidup yang mendukung bagi kesehatan.
3. Tertiary Prevention
Berupaya untuk mengurangi masa sakit dari orang atau komunitas yang sudah terjangkit atau mengalami penyakit. Misalnya, menempatkan orang-orang yang terkena obesitas dalam grup terapi, memberikan pelatihan, program diet, dan pemberian nutrisi yang tepat.
Ada beberapa hal yang dapat menjadi kajian dalam mengamati perilaku yang terbentuk sebagai gaya hidup. Diantar hal-hal tersebut adalah peningkatan nutrisi, pengontrolan berat badan dan diet, gangguan yang timbul dalam pola makan, dan program pelatihan atau olahraga untuk hidup yang lebih baik.