Filem Slumdog Millionaire Kajian Psikologi Kognitif


Film dengan judul Slumdog Millionair mengisahkan tentang perjalanan seorang anak yang dipenuhi dengan berbagai kesulitan hidup. Tantangan yang dihadapi oleh anak laki-laki tersebut tidak mudah. Banyak peristiwa yang dihadapi membuatnya sangat tersiksa baik secara fisik dan emosional. Hidupnya tidak menetap di suatu tempat seperti anak-anak seusianya. Anak-anak seusianya kemungkinan menghabiskan banyak waktu belajar dan bermain di sekolah tetapi berbeda dengan anak ini.

Hal ini tidak berarti bahwa anak ini tidak belajar satu hal pun dalam hidupnya. Lingkungan dimana pun dia berada adalah ruang kelasnya, teman-teman dan penjahat-penjahat yang mengejarnya adalah gurunya, anak ini belajar dari kehidupan. Kehidupan yang sulit membuatnya semakin paham akan berbagai teknik mengatasi tantangan. Kesulitan dalam kehidupan membuatnya semakin cerdas dalam bertahan untuk hidup.

Banyak hal yang tidak dilakukan oleh anak seusianya tetapi harus dia lakukan. Hidupnya dipenuhi dengan perjuangan untuk bertahan hidup hingga menginjak usia remaja. Pekerjaan baik maupun tidak baik dilakukannya meskipun itu akan membuatnya tersiksa, asalkan dapat bertahan hidup.

Sepanjang perjalanan hidupnya berakhir di sebuah permainan yang sangat populer di masyarakat. Permainan ini adalah “Who wants to be a millionair” sebuah acara quiz televisi yang begitu terkenal. Hanya yang paling cerdas saja yang mampu menjawab seluruh pertanyaan yang ada dalam quiz tersebut. Dia anak yang datang dari pemukiman yang kumuh dengan hidup tanpa pernah menginjakkan kaki di sebuah instansi pendidikan bermain di tempat itu. Unik, karena mereka saja dengan pendidikan yang tinggi belum tentu dapat masuk untuk menjadi peserta dalam quiz tersebut apa lagi untuk menjadi pemain hingga menang.

Nasib berkata lain, anak ini menang dan menjawab seluruh pertanyaan dalam quiz tersebut, apa yang membuatnya menang?

Tinjaun dari sudut pandang Psikologi Belajar menjawab pertanyaan ini dengan menggunakan pendekatan Psikologi Kognitif. Penjelasan mengenai dasar dalam ilmu psikologi kognitif menginspirasi para ahli untuk menjelaskan proses belajar dan metode-metode belajar yang tepat. Tidak semua proses belajar yang telah dilakukan betul-betul membuat anak-anak menyimpan informasi yang dibutuhkan.

Psikologi Kognitif adalah ilmu yang mempelajari tentang proses informasi di otak. Proses informasi di otak tersebut dimulai dari proses sensorik hingga terjadinya persepsi pada seseorang. Proses sensorik yang terjadi melibatkan peran serta seluruh panca indera manusia. Oleh karena itu, dalam proses belajar sangat diperlukan panca indera untuk menyerap informasi. Proses belajar yang kita lakukan adalah proses penerimaan informasi dari luar diri kita, agar informasi dapat kita serat kita menggunakan panca indera. Misalnya saja mata untuk menangkap bentuk dan huruf yang sedang kita pelajari.

Proses sensorik bukan akhir dari proses kognitif tetapi diteruskan menuju pusat pengelolaan informasi yakni otak. Otak berperan penting dalam mengolah informasi hingga kita dapat memahami apa yang didengar, dicium, dilihat, dan diraba. Proses persepsi ini terjadi dengan sangat cepat dan sangat penting bagi kualitas hasil pembelajaran.

Dalam tinjauan ilmu Psikologi Kognitif sebagai salah satu pendekatan dalam psikologi belajar peran otak sangat menjadi aspek penting dalam menyimpan informasih. Terdapat sistem memori yang juga dijelaskan dalam ilmu Psikologi Kognitif. Sistem memori pada manusia terbagi atas memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Hal ini juga terjadi dalam proses belajar mengajar bahwa anak-anak didik menghafalkan informasi dan disimpan pada memori jangka panjang dan memori jangkan pendek. Hal yang sangat disayangkan adalah tidak semua informasi tersimpan dalam memori jangka panjang kita, sebagian besar terbuang melalui proses lupa.

Memori jangka pendek bekerja ketika kita menghafalkan sesuatu dan hanya bertahan dalam kurun waktu 20 detik saja. Seperti ketika seorang guru menjelaskan tentang nama-nama nabi ke peserta didik dua puluh detik setelah nama-nama tersebut diucapkan oleh guru maka anak-anak akan lupa dan hanya sebagian kecil yang diingat. Oleh karena itu diperlukan beberapa strategi untuk dapat menyimpan informasi ke tempat penyimpanan informasi di memori jangka panjang.

Strategi inilah yang secara tidak disadari terjadi dalam filem “Slumdog Millionaire” terjadi pada anak tokoh utama dalam filem. Strategi penyimpanan informasi terjadi dalam hidupnya sehingga mengakibatkan tersimpannya beberapa informasi yang sesuai dengan pertanyaan dalam quiz. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa anak tersebut sangat beruntung karena informasi yang tersimpan dalam memori jangka panjangnya adalah informasi yang sesuai dengan pertanyaan quiz.

Salah satu strategi belajar yang didukung oleh teori psikologi kognitif adalah melibatkan emosi untuk menghafalkan sesuatu. Pusat ingatan atau penyimpanan informasi di otak berada di sebuah sistem yang disebut dengan sistem limbik. Sistem limbik adalah sistem yang mengatur emosi seseorang dan salah satu bagian dari sistem limbik adalah hippocampus yang bertugas menyimpan informasi. Sehingga segala sesuatu yang berkenaan dengan ingatan apa lagi yang melibatkan emosi sangat mudah diingat. Sebagai contoh, kita tidak melupakan ketika kita dipukul oleh guru, kata-kata yang diucapkan oleh guru, dan ruangan kelas tempat kita dipukul. Ini karena kejadian tersebut melibatkan emosi.

Hal yang sama terjadi dalam proses belajar sehingga beberapa strategi belajar memanfaatkan ini. Seperti menyanyikan lagu saat belajar atau menggunakan nada-nada ceria untuk menghafalkan sesuatu. Tidak berbeda halnya dengan yang terjadi dalam tokoh filem Slumdog Millionair. Anak tersebut mengalami banyak pengalaman emosional yang berkaitan dengan informasi sehingga informasi tersebut tersimpan dalam memori jangka panjangnya.

Sebagai salah satu contoh, dalam quiz yang dihadapi oleh tokoh itu ada sebuah pertanyaan tentang nama dari three masketers. Dengan muda dapat dijawab sebab dia memiliki pengalaman sewaktu belajar dan ditanya tentang nama itu kemudian tidak mampu dijawab sehigga gurunya memukulnya sambil memberitahukan nama-nama dari masketers. Ada juga pertanyaan tentang gambar tokoh dalam mata uang yang mampu dijawab. Hal tersebut dapat dijawab karena dahulu dengan sangat sedih dia harus memberikan uang kepada temannya yang buta. Intinya, pengalaman emosional dalam proses belajarnyalah yang membuatnya dengan sangat mudah dapat mengingat begitu banyak informasi.

Strategi kognitif ini telah banyak diterapkan dalam dunia pendidikan tetapi tidak berjalan dengan sangat efektif. Metode tersebut tidak lagi efektif karena cenderung terlalu kaku dan terulang-ulang sehingga tidak lagi meninggalkan pesan emosional yang dapat mempengaruhi memori jangka panjang. Lain halnya dengan pengalaman hidup dalam filem Slumdog Millionaire yang begitu menantang dan melibatkan rasa gembira, sedih, dan takut sehingga membantunya dalam mengidetifikasi informasi yang diingatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s