MENGURANGI PERILAKU YANG TIDAK DIINGINKAN MELALUI “EXTINCTION”


Prinsip extinction menyatakan bahwa:

  1. Jikan dalam situasi yang dikondisikan, seseorang memunculkan respon yang sebelumnya diperkuat dan kemudian respon untuk selanjutnya tidak diikuti dengan konsekunsi yang memperkuat respon, maka.
  2. Orang tersebut akan mengurangi kemunkinan mengulangi respon yang sama lagi ketika dia menemukan situasi yang sama.

Lain halnya, jika sebuah respon telah meningkat sebelumnya melalui penguatan positif, lalu berhenti secara total untuk menguatkan respon, akan menyebabkan penurunan frekuensi respon.

Sebagaimana halnya dengan reinforcement positif, sangat sedikit diantara kita yang mungkin menyadari seberapa sering kita terpengaruh dengan extinction dalam keseharian kita. Individu secara sederhana melakukan hal yang natural dalam aktivitas sehari-hari. Extinction sebagaimana halnya dengan prinsip penguat positif (positif reinforcement), telah diteliti secara luas melalui psikologi eksperimen dalam kurun waktu beberapa dekade, sehingga dapat dirumuskan beberapa faktor yang mempengaruhi kefektifannya. Faktor-faktor tersebut sebagai berikut:

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEEFEKTIFAN EXTINCTION

  1. 1. Extinction dipadukan dengan positif reinforcement

Extinction jadi paling efektif ketika dipadukan dengan penguatan positif untuk perilaku alternative yang diberikan. Kombinasi dari keduanya akan menyebabkan penurunan frekuensi perilaku yang tidak diinginkan lebih cepat. Perilaku yang tidak diinginkan begitu “padam” maka diikuti dengan penguatan positif sebagai alternatif perilaku yang tidak diinginkan.

Contoh:

Seorang anak yang memiliki perilaku menangis yang tidak wajar. Untuk memadamkan perilakunya maka ketika respon menangis tersebut muncul yang harus dilakukan adalah membiarkannya hingga diam pada periode tertentu misalnya 10 menit. Diakhir setiap 10 menit maka diberikan penguatan positif dengan pujian.

  1. 2. Mengontrol penguat untuk perilaku yang ingin dikurangi.

Mengacukan perilaku yang tidak diinginkan hingga perilaku tersebut berhenti kemudian ketika perilaku tersebut menghilang beberapa saat berikan tawaran sesuatu yang diinginkan. Hal yang biasa terjadi dengan penerapan teknik ini adalah kesadaran orang disekitar anak yang bisa saja langsung memberikan yang anak inginkan pada saat itu juga. Hal tersebut memang menghentikan perilaku yang tidak diinginkan namun berdampak pengulangan perilaku yang tak diinginkan dimasa yang akan datang. Seperti ketika membiarkan anak menangis dan menunggunya hingga berhenti akan tetapi ketika menunggunya berhenti datang orangtuanya memberikan langsung yang diinginkan anak.

Contoh:

Susie terus menerus merengek ketika menginginkan sesuatu, ibunya memutuskan untuk membiarkannya merengek hingga berhenti. Pada saat rengekan berhenti maka ibu memberikan tawaran hal yang diinginkan oleh Susie.

  1. 3. Pengaturan dimana extinction diterapkan

Pengaturan dilakukan untuk meminimalkan kemungkinan kehadiran  orang lain atau pihak lain yang mungkin justru memperkuat perilaku yang ingin dikurangi. Selain itu, memperkuat dalam mempertahankan perilaku yang dimodifikasi.

  1. 4. Instruksi; Penggunaan aturan

Terapkan aturan yang menegaskan extinction yang dilakukan untuk mengurangi perilaku yang tidak diinginkan. Rumus dalam instruksi adalah “jika kamu melakukan X, maka/lalu Y tidak akan kamu dapat”. Hal ini akan membantu dalam membantu mempercepat pengurangan perilaku yang tidak diinginkan.

Contoh:

Ibu berkata: saya senang berbincang mengenai hal lain, tapi setiap saat kamu pulang dari sekolah dan mengeluhkan keadaan lalulintas yang setiap hari sama saja, ibu hanya akan mengacuhkannya.

  1. 5. Extinction lebih cepat setelah reinforcement berlanjut (continous reinforcement)

Ada perlunya memahami intermittent reinforcement. Ketika perilaku yang tidak diingini muncul, kemungkinan untuk kali pertama ibu bisa saja tidak memperhatikannya karena sibuk dengan pekerjaan yang lain, akan tetapi ketika perilaku itu berlanjut untuk beberapa kali (6,7,8-10 kali) maka akan memancing seorang ibu untuk memberikan sesuatu yang diinginkan anak. Perilaku anak tidak diberikan penguatan setiap perilaku itu muncul akan tetapi menunggu hingga beberapa kali kemudian memberikan hal yang diinginkannya. Perilaku tersebut adakalanya diperkuat mengikuti beberapa kali perilaku yang tidak diinginkan.

Perilaku yang padam secara perlahan disebut dengan resistant to extinction. Akan memakan waktu yang lama untuk memadamkan perilaku jika kadang-kadang direspon dan terkadang tidak, dibandingkan jika terus direspon sebelum secara total diacuhkan. Dengan kata lain, pemadaman akan lebih cepat setelah penguatan yang berlanjut (continous reinforcement) dimana setiap kemunculan respon diperkuat, dibandingkan dengan setelah intermittent reinforcement (dimana perilaku diperkuat hanya beberapa kali).

  1. 6. Perilaku yang dipadamkan mungkin menjadi buruk sebelum membaik.

Peningkatan frekuensi perilaku yang tidak diinginkan bisa saja muncul ketiak extinction diterapkan pertama kalinya, sebelum perilaku tersebut berkurang hingga betul-betul menghilang.

Contoh:

Seorang anak yang ada dikelas secara terus menerus memetik jarinya untuk mendapatkan perhatian guru. Ketika guru menerapkan extinction (mengacuhkan perilaku tersebut) maka untuk beberapa saat diawal extinction tersebut diterapkan maka anak bisa saja meningkatkan frekuensi petikan jarinya sebelum secara berangsur-angsur berkurang.  Mengapa? Karena kebanyakan kita belajar bahwa ketika sesuatu tidak menyita perhatian kita, maka mungkin dengan menambahkankan atau meningkatkan perilaku (kuantitas/kualitas) mungkin cukup untuk menarik perhatian. Hal ini telah diteliti dalam lingkup laboratorium. Kemungkinan guru tidak menyadari hal ini sehingga memberikan penguatan pada saat perilaku memburuk. Hal yang perlu diingat; ketika memberikan extinction petahankanlah karena perilaku akan memburuk sebelum akhirnya berkurang.

  1. 7. Extinction mungkin menimbulkan agresi yang mengganggu program.

Ketika extinction diterapkan maka kemungkinan akan menimbulkan agresi ringan. Pertama mungkin hanya petikan jari akan tetapi ketika extinction diterapkan maka bisa saja memicu agresi berupa pukulan, teriakan “hey”, dll. Hal yang harus diingat adalah ketika dalam penerapan extinction kemudian timbul agresi dan lalu guru menyerah ditengah penerapan program, maka yang terjadi tidak hanya memperkuat perilaku yang tidak diinginkan akan tetapi menguatkan perilaku baru yakni agresi ringan.

  1. 8. Perilaku yang telah dipadamkan mungkin muncul kembali setelah delay

Hal yang suling dalam penerapan extinction adalah perilaku yang telah hilang dalam sesi extinction mungkin akan muncul kembali setelah beberapa waktu berlalu, pada kesempatan yang lain perilaku akan muncul kembali. Perilaku yang telah dipadamkan kemudian muncul kembali setelah kurun waktu tertentu (rest) disebut dengan spontaneous recovery. Umumnya, perilaku yang muncul kembali tidak sebanyak perilaku yang sebelum pemberian extinction.

Kuncinya adalah jika menginginkan perilaku ditingkatkan maka perkuat (reinforce), dan jika ingin perilaku dikurangi atau dihentikan acuhkan (ignore).

PITFALLS OF EXTINCTION

Tanpa disadari terkadang orang menerapkan extinction dalam keseharian. Mengerti maupun tidak mengenai extinction secara tidak sadar diterapkan pada teman, keluarga, dan orang lainnya. Sepertihalnya ketika kita meminta teman untuk menelpon kita dimalam hari, dan ketika telepon berbunyi dimalam hari kita hanya mengacuhkan dengan membaca novel atau nonton (extinction), maka untuk kali selanjutnya teman kita kurang mau untuk menelpon dimalam hari padahal kita menginginkannya. Artinya, seseorang bisa saja memadamkan perilaku yang diinginkannya dalam keseharian dengan tidak sengaja.

PETUNJUK PENGAPLIKASIAN EXTINCTION YANG EFEKTIF

Berikut merupakan aturan yang ditawarkan untuk dapat menggunakan extinction dalam mengurangi perilaku yang tidak diinginkan. Tahapannya adalah sebagai berikut:

  1. Memilih perilaku yang ingin dikurangi
  2. Dalam memilih perilaku, pilihlah perilaku yang spesifik. Seperti perilaku memetik jari di kelas bukan perilaku membuat masalah dikelas.
  3. Ingat perilaku yang ingin dihilangkan kemungkinan akan bertambah buruk sebelum berangsur-angsur menghilang bahkan disertai dengan agresi. Oleh karena itu, pastikan keadaan dapat ditangani dalam menerapkan extinction pada perilaku yang dipilih.
  4. Pilih perilaku yang dapat kamu kontrol  penguatnya yang mempertahankan perilaku tersebut.
  1. Pertimbangan kesiapan
  2. Jika memungkinkan, perhatikan alur seberapa sering perilaku yang tidak diinginkan muncul sesuai dengan program extinctionmu. Dalam fase ini, jangan mencoba untuk menahan penguat dari perilaku yang tidak diinginkan.
  3. Identifikasi penguat dari perilaku yang tidak diinginkan, sehingga dapat menahan penguat tersebut dalam pemberian treatment.
  4. Identifikasi perilaku alternative yang diinginkan dimanan individu dapat diikat dengan itu.
  5. Identifikasi penguat efektif yang dapat digunakan untuk perilaku alternaatif yang diinginkan oleh individu.
  6. Coba untuk memilih kondisi/setting dimana extinction dapat bekerja  dengan sukses
  7. Pastikan bahwa seluruh orang yang memiliki relavansi dengan program maupun dengan individu mengetahui sebelum program dijalankan. Hanya pada perilaku yang ingin dipadamkan dan/atau perilaku yang ingin diperkuat.
  1. Menerapkan rencana
  2. Beritahu inidividu mengenai rencana kerja sebelum mulai.
  3. Aturan untuk menempatkan rencana yang memiliki efek diikuti
  4. Setelah memperkenalkan program, secara penuh konsisten dalam menahan penguat seluruh bentuk perilaku yang tidak diinginkan  dan memperkuat perilaku alternative yang diinginkan.
  1. Menyapih siswa dari program
  2. Setelah perilaku yang tidak diinginkan menghilang, mungkin beberapa kali perilaku tersebut muncul jadi bersiaplah.
  3. Tiga kemungkinan kegagalan dalam prosedur extinction:

1)    Perhatian yang kamu tujukan dalam menahan perilaku yang tidak diinginkan tidak tertuju pada penguat yang mempertahankan perilaku tersebut.

2)    Perilaku yang tidak diinginkan meneriman intermittent reinforcement dari sumber lain.

3)    Perilaku alternative yang diinginkan tidak diperkuat sebagaimana mestinya.

Perhatikan tiga hal ini jika terlalu lama waktu untuk menyelesaikan program extinction dengan suksesnya.

Mengenai penguat perilaku alternative yang diinginkan berhubungan dengan penyapihan anak dari program extinction (Bab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s