Psikologi Kesehatan (Nutrisi dan Gaya Hidup)


SEBUAH PENGANTAR
Sharidan dan Radmacher (1992) mengemukakan bahwa gaya hidup adalah merupakan faktor yang sangat signifikan yang dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan. Gaya hidup mencakup perilaku seseorang termasuk dalam membuat keputusan mengenai berbagai pola makan, nutris yang dikonsumsi, diet, bahkan hingga keputusan dalam berolahraga sebagai bentuk penanggulangan pada keadaan fisik yang sudah mulai menurun.
Perilaku seseorang yang merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong terciptanya gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat yang terhindar dari berbagai bentuk penyakit. Keputusan untuk mengkonsumsi berbagai macam makanan hingga pada pola waktu memberikan makanan bagi tubuh seluruhnya merupakan manifestasi dari gaya hidup. Gaya hidup yang semakin cepat dan serba instan memberikan gaya konsumsi terhadap makanan yang instan pula hingga memilih makanan yang instan tanpa memikirkan dampaknya terhadap kesehatan.
Penelitian di Amerika serikat menunjukkan bahwa 80% dari penyakit karena gaya hidup yang tidak mendukung menyebabkan kematian (Sharidan dan Radmacher, 1992). Merupakan hal penting untuk dapat menjaga gaya hidup yang mendukung terciptanya pola hidup sehat. Perlu adanya tindakan-tindakan preventif dalam bentuk promosi di masyarakat. Komunitas yang belum mengalami gangguan yang serius terhadap pola hidup yang keliru dapat diberikan promosi tindakan penanggulangan namun yang sudah terlanjur mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan gaya hidup perlu diberikan tindakan intervensi.
Pada tahun 1985 Hefferman dan Albee dalam Sharidan dan Radmacher (1992) mengemukakan tiga bentuk prevensi yang berhubungan dengan penjagaan gaya hidup yang mendukung bagi terbentuknya kesehatan yang lebih baik, ketiga hal tersebut adalah:

1. Primary Prevention
Mengurangi resiko terhadap penyakit untuk seluruh populasi. Sepertihalnya program sekolah yang mensosialisasikan dampak rokok terhadap kesehatan bagi remaja.
2. Secondary Prevention
Melibatkan penurunan faktor-faktor resiko bagi komunitas yang telah tergolong beresiko terhadap penyakit tertentu. Misalnya, mempromosikan program-program penurunan berat badan di Amerika. Pola makan dan nutrisi di negara tersebut tidak sesuai dengan gaya hidup yang mendukung bagi kesehatan.
3. Tertiary Prevention
Berupaya untuk mengurangi masa sakit dari orang atau komunitas yang sudah terjangkit atau mengalami penyakit. Misalnya, menempatkan orang-orang yang terkena obesitas dalam grup terapi, memberikan pelatihan, program diet, dan pemberian nutrisi yang tepat.
Ada beberapa hal yang dapat menjadi kajian dalam mengamati perilaku yang terbentuk sebagai gaya hidup. Diantar hal-hal tersebut adalah peningkatan nutrisi, pengontrolan berat badan dan diet, gangguan yang timbul dalam pola makan, dan program pelatihan atau olahraga untuk hidup yang lebih baik.

One response to “Psikologi Kesehatan (Nutrisi dan Gaya Hidup)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s