Kemampuan Deteksi Kebohongan


Peneliti menemukan dengan menggunakan teknik metaanalisa perbedaan individu ternyata mampu mendeteksi kebohongan seseorang. Meskipun peneliti telah mengungkapkan sebelumnya bahwa orang-orang memiliki kemampuan yang berbeda dalam mendeteksi kebohongan, analisa psikometrik dari 247 sampel menemukan bahwa perbedaan kemampuan ini kecil. Melalui presentasi dapat ditemukan bahwa standar deviasi dari sampel tersebut kurang dari satu persen. Ketika mengklaim bahwa seseorang sedang melakukan kebohongan, orang dipengaruhi oleh kecendrungannya sendiri terhadap orang tersebut dibandingkan dengan kemampuannya untuk dapat mengamati pernyataan sebagai sebuah kebenaran atau kebohongan. selain kemampuan yang berbeda dalam mendeteksi kebohongan seseorang, setiap orang juga memiliki perbedaan dalam merekayasa kebenaran. Meskipun demikian beberapa orang telah memiliki kredibilitas dalam berbohong maupun mengungkapkan kebenaran. hal ini pula yang mempengaruhi seseorang dalam melakukan penilaian terhadap pernyataan yang diungkapkan oleh seseorang. Oleh sebab itu kredibilitas seseorang mengenai dirinya sangat mempengaruhi penilaian seseorang melebihi faktor lainnya.

CF Bond dan BM Depaulo (2008)  Psychological Bulletin 134(4): 477-492.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s